Marketing & Sales

Maret 3, 2013 Komentar Dinonaktifkan pada Marketing & Sales

Sering kita menganggap bahwa kegiatan marketing dan sales itu sama, keduanya dianggap sama2 menjual produk.

Sebenarnya secara teoritik yang dimaksud dengan marketing adalah keseluruhan system dari sebuah kegiatan bisnis berupa perencanaan, penetapan, promosi, distribusi dengan tujuan mencapai kepuasan pelanggan. Sedangkan sales adalah rangkaian kegiatan yang hanya fokus pada penjualan produk, bertujuan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Dalam bahasa mudah marketing adalah penyusun strategi perang dan sales adalah tentara yang siap tempur. Sehingga keduanya saling berhubungan dan membutuhkan. Tak jarang pula bahwa para marketer yang handal biasanya diperoleh dari “mantan” sales, mereka-mereka yang sudah berpengalaman di lapangan biasanya lebih mumpuni. Ada juga perusahaan demi sebuah efisiensi para marketernya pun sekaligus sebagai sales, hal ini biasanya pada perusahaan yang skala bisnisnya masih kecil. Namun ketika perusahaan semakin menggurita sudah selayaknya 2 hal ini dipisahkan secara fungsi, agar dapat fokus dalam melakukan kegiatannya masing-masing.

Marketer handal diperoleh dari sales mumpuni, sales yang mumpuni harus memiliki jiwa seorang marketer.

@HenriKris

Iklan

Herbalkoe @IBM MIHAS

April 7, 2012 Komentar Dinonaktifkan pada Herbalkoe @IBM MIHAS

Alhamdulillah, saya berkesempatan mengikuti IBM Mihas di tahun 2012 ini yang
menurut informasi ada seleksi yg cukup ketat di tahun ini.
IBM Mihas adalah event dimana kita diundang sebagai BUYER oleh Malaysia, mereka
berharap dapat memasukkan produk mereka di pasar Indonesia. Namun sering terjadi
hal sebaliknya karena mereka lebih tertarik dengan produk kita. Misal saja saya,
sudah 2 calon buyer dari Malaysia yang ingin memasarkan produk Teh Herbal di
Malaysia, teman2 lain juga beberapa mendapat buyer disana…Kok bisa?bisa saja,
pandai2 kita saja menawarkan dagangan dengan manis… đŸ™‚

Hal positif dan sangat tak ternilai adalah bertemu teman2 baru yang aduhai
“gila”…melakukan mastermind kecil setiap malam di sebuah kamar yang luas mampu
menampung 30 orang…melakukan koordinasi kecil di setiap acara yang akan kita
jalani esoknya…teman2 penuh inisiatif padahal bukan panitia…kami semua dalam
posisi peserta yang rata2 baru pertama ikut.

Hari pertama tanggal 2 saya tiba di Malaysia. Acara inti hanya 2 hari yaitu
tanggal 3 (IBM – one on one business meeting) dan tanggal 4 (Mihas exhibition).

Tanggal 3 saatnya para pebisnis Malaysia menawarkan produknya kepada kita para
buyer. Awalnya mereka menawarkan produk kepada kita, namun setelah itu selalu
menanyakan produk kita dan rata2 mereka antusias dengan produk2 Indonesia,
bahkan tertarik memasarkan. Tanggal 4 kita diajak melihat pameran disini
berbagai negara unjuk gigi di stand2 yang disediakan.

Hari terakhir tanggal 5 adalah hari bebas dimana kita gunakan untuk meeting
dengan supplier atau berkunjung kilang/pabrik mereka.
Di acara ini saya memanfaatkan untuk bertemu dan berdiskusi dengan 3 supplier
dan meminta produk sample. Sekaligus menawarkan produk saya ke 2 calon buyer
yang antusias memasarkan produk teh sirih merah.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari pebisnis di Malaysia ini antara lain :
1. Packaging yang baik dan unik akan meningkatkan value produk.
2. Wawasan kebangsaan kita menjadi luas.
3. Menambah networking antar bangsa, karena disitu kita bertemu dengan berbagai
suku bangsa.
4. Rata2 pebisnis Malaysia mengijinkan repackaging, maklon, rebranding,
penjualan dengan merk Indonesia mereka tidak mementingkan brand mereka namun
lebih pada penyebaran produk ke seluruh dunia. Hal ini membuka pikiran kita.
5. Sikap terlalu kawatir atas penjiplakan produk terkadang membuat kita menjadi
tidak kreatif, disisi lain Malaysia sangat kreatif dan mau mengemas produk
dengan baik dan bagus untuk menambah value atas produk yang dijual, padahal
bahan bakunya diperoleh dari Indonesia.
6. Bertemu sesama member TDA dari berbagai wilayah.

Banyak hal bermanfaat yang bisa kita peroleh, tergantung sudut pandang dan
mindset kita saat berniat ingin menghadiri acara ini.

Demikian sharing saya semoga bermanfaat…


Henri Kristiantoro | 081808606113 | @henrikris | http://www.herbalkoe.com

link : tda goes to global

Menjaga Bisnis tetap Profesional

Maret 25, 2012 Komentar Dinonaktifkan pada Menjaga Bisnis tetap Profesional

Menjaga bisnis agar tetap profesional meskipun sedang melayani teman yang menjadi klien kita adalah dengan memperlakukannya sebagai klien biasa. Tidak perlu diistimewakan, namun tidak boleh di anak tirikan. Embel-embel pertemanan inilah yang terkadang merusak profesionalitas kerja kita karena kita sering meremehkan pelayanan terhadap mereka dengan ucapan “ah, si A ini gampang lah tar2 juga gpp” atau kita malah terlalu  mengistimewakannya sehingga lupa klien potensial lainnya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga hal tersebut antara lain :

1. Perlakukan layaknya pelanggan lain, tidak perlu diistimewakan namun tidak boleh diremehkan.
Seringnya kita meremehkan orderan dari teman hanya karena kita sudah mengenalnya dan dipastikan akan mudah memaklumi/mengerti kondisi atau kita terlalu mengistimewakan klien tersebut sehingga lupa jika ada klien potensial lainnya. Biarkan semua berjalan alami baik itu pelayanan maupun produk, sehingga klien “teman” tadi dapat menilai secara obyektif bisnis kita.

2. Menghilangkan rasa sungkan, dengan selalu meminta masukan dalam setiap kesempatan.
Klien sekaligus teman sering sungkan mengkritik. Agar mereka mau membuka diri dan memberi masukan, mintalah komentarnya terhadap bisnis kita dari sisi produk maupun pelayanan. Namun ketika di kritik jangan lantas kesal, terima dengan lapang dada.

3. Dengarkan sarannya dan lakukan perubahan jika sesuai.
Jika sudah mendapatkan masukan atau saran lakukan perubahan jika saran tersebut sesuai dengan visi misi kita.

Ini menurut saya, bagaimana menurut Anda?silahkan tambahkan…

Terima kasih

Henri Kristiantoro
@HenriKris

Perubahan di awali dari mana?

Maret 19, 2012 Komentar Dinonaktifkan pada Perubahan di awali dari mana?

John C Maxwell mengatakan bahwa mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi, menumbuhkan pemimpin berarti menumbuhkan organisasi.

Dari manakah perubahan diawali?menurut saya adalah dari pemimpinnya. Pemimpin yang kuat akan menumbuhkan organisasi menjadi kuat. Memangnya ada pemimpin yang tidak mau berubah?sepertinya banyak karena pada dasarnya kita menginginkan zona nyaman.

Pemimpin adalah motor perubahan, agen of change. Pemimpin harus berani berada di depan dan menjadi tameng melawan badai yang akan menghancurkan misi perubahan yang diusung organisasi. Agar misi perubahan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari tim perlu melakukan hal2 sbb :
1. Mengembangkan kepercayaan kepada orang lain.
Keprrcayaan ini tidak hanya pada anggota tim kepada pemimpinnya namun juga pemimpinnya ke anggota tim.

2. Sebelum merubah orang lain, pemimpin harus merubah diri sendiri.
Pemimpin harus mampu menunjukkan bahwa dirinya juga berubah, tidak hanya berkata2 saja untuk mengajak berubah.

3. Perlihatkan pada tim bahwa perubahan yang terjadi adalah untuk kemajuan mereka juga.
Kemajuan yang diperoleh tidak hanya untuk organisasi, namun juga untuk para tim. Hal ini perlu dii informasikan kepada seluruh tim agar mereka juga turut mendukung perubahan.

4. Ajak seluruh tim menjadi bagian dari perubahan.
Pemimpin yang bijak akan selalu mengajak timnya ikut dalam memberikan ide, saran, usulan terkait dengan perubahan

Sudahkah kita menjadi pemimpin yang baik?

Henri Kristiantoro
@HenriKris

cintailah apa yang kita kerjakan maka akan sukses

Resensi Film Inspiratif “The Billionaire”

Maret 5, 2012 Komentar Dinonaktifkan pada Resensi Film Inspiratif “The Billionaire”

Karena sudah banyak yang mengulas dan tahu film ini maka sedikit sari dari film The Billionaire dengan bintang utama bernama “TOP”, film yang sarat makna dan inspiratif buat kita yang sedang mengembangkan atau bahkan masih merintis usaha yaitu kita tidak boleh menyerah dalam melakukan usaha demi terwujudnya impian. Dalam mencapai puncak kita harus terus berusaha keras meski orang lain mencibir.

Dimanapun kita berada setiap langkah pasti ada nilai dan makna yang bisa diperoleh, bahkan hanya dengan mengamati perilaku kita bisa mencontoh. Amati perilaku seorang pengusaha yang baik dan sukses untuk kita aplikasikan pada bisnis kita meski hasilnya tidak akan pernah sama paling tidak, ada usaha yang dapat dijadikan pengalaman atas pilihan tersebut.

TOP tanpa kenal lelah berusaha mewujudkan mimpinya menjadi seorang PENGUSAHA MUDA atau dalam bahasa Thailand “TAO KAE NOI”. Awalnya ia memproduksi kacang goreng hingga akhirnya mengalami kebangkrutan hingga akhirnya meraih sukses dengan produk rumput lautnya yang dipasarkan ke seluruh dunia oleh gerai 7 Eleven.

Makna yang dapat saya ambil adalah :

  1. Fokus – TOP yang hobby main game ini sangat fokus bahkan dari hobby nya ini ia memiliki uang sendiri atas hasil jerih payahnya.
  2. Kerja Keras Tanpa Kenal Menyerah dan Tekun – TOP pantang menyerah dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang pengusaha muda (TAE KAE NOI). Tekun melakukan riset demi mendapatkan hasil terbaik.
  3. Berani Berkorban – Meski harus kehilangan mobil hasil jerih payahnya, kehilangan pacar dan ditinggal orangtuanya pindah ke China, gagal kuliah, TOP tetap berani dan selalu mencoba hingga sukses menemukan camilan nikmat dari rumput laut.
  4. Mau Belajar – TOP disetiap kesempatan belajar dari orang lain bagaimana cara menjual yang baik, bagaimana presentasi produk, berani bertanya dengan akademisi mengenai keawetan produk dll.
  5. Partner – TOP memiliki partner yang setia sejak dari awal memulai yaitu Pamannya dan Pamannya lah yang selalu memberi semangat pada TOP.
  6. Jujur & Yakin – TOP pernah menyuap penjaga sekolah, satpam mall namun ketika mendapat sang Ibu mendapat teguran dari satpam mall untuk mendidik TOP kejujuran dan tanggung jawab dengan baik, TOP tidak mau lagi melakukan tindakan tidak jujur ketika disuruh Pamannya menyuap petugas GMP saat survey pabriknya dan TOP selalu optimis/yakin bahwa ia akan sukses seperti kata Dosennya “Jika kita berpikir akan sukses maka sukses kita pasti Sukses”.

 

Henri Kristiantoro

@HenriKris

DI : Pengusaha itu harus memiliki Jiwa Melayani

Februari 14, 2012 Komentar Dinonaktifkan pada DI : Pengusaha itu harus memiliki Jiwa Melayani

Saat mengikuti PWU 2012 dimana salah satu pembicaranya adalah Pak Dahlan Iskan, beliau berbicara sangat santai dan berpakaian sederhana, bahkan ketika ada penanya beliau langsung berlari mendekati penanya dan melempar mic ke penanya tersebut…kesannya ga sopan ya kalo kita yang melakukan?tapi tidak dalam hal2 tertentu karena hal itu akan mencairkan suasana, terlihat betapa asyiknya sosok Dahlan Iskan ini bisa membaur ke anak muda peserta PWU 2012. Sudahlah saya tidak bermaksud membahas sopan santun disini.

Pak Dahlan seorang menteri BUMN dan pengusaha memaparkan bahwa menjadi pengusaha itu harus berani bangkrut, lebih baik bangkrut dari sekarang karena sebentar lagi Indonesia jadi salah satu pilar ekonomi Asia yang berpengaruh selain China dan India agar saat itu kita sudah ikut merasakan kekuatan ekonomi kita. Menjadi pengusaha harus memiliki jiwa “melayani”. Hal yang tadi saya sebutkan yaitu Pak Dahlan berlari mendekati penanya dan melempar mic agar cepat sampai di tangan penanya adalah bentuk dari melayani.

Menurut saya meskipun melayani dan dilayani sama2 memiliki nilai kepuasan namun jika kita jujur dari hati melayani lebih memuaskan dan memiliki dampak positif bagi perjalanan hidup kita…yakinlah apa kata….(iklan jadul).

Mengapa menjadi pengusaha harus memiliki jiwa melayani?berkorelasi dengan pepatah “konsumen adalah radja” maka melayani adalah kewajiban bagi pengusaha, mengapa demikian karena produk yang kita jual/tawarkan adalah produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Makin kompetitif, konsumen makin memilih produk tidak hanya berdasarkan harga murah, namun juga pertimbangan kualitas dan pelayanan.

Pelayanan disini adalah bagaimana caranya membuat konsumen merasa nyaman. Jika kita sebagai pengusaha tidak dapat memberikan rasa nyaman kepada konsumen, kita akan kesulitan mendapat konsumen loyal.

Pengusaha harus berjiwa melayani

 

 

Henri Kristiantoro

@HenriKris

Meminta2 adalah MENTAL bukan nasib

Februari 10, 2012 Komentar Dinonaktifkan pada Meminta2 adalah MENTAL bukan nasib

7 feb 2012 dini hari jam 1…saat ada di sekitar Cilandak.
Awalnya saya berniat untuk membuang waktu di Coffee Shop Citos, namun urung setelah diluar melihat pedagang minuman naik sepeda. Akhirnya segelas plastik Jahe Susu tersaji dan saya minum di pinggir jalan, namun saat sedang minum saya melihat Kakek pemulung gelas dan botol plastik sedang bekerja. Saya pun meminta pedagang minuman membuatkan minuman hangat, 2 gelas susu hangat untuk Kakek. Sambil minum saya ngobrol dengan Kakek Musa namanya.
Penghasilan dia sehari sekitar 10rb – 15rb. Di usianya yang sudah senja sekitar 74 thn sesuai pengakuannya. Di Usia senja Ia masih semangat dan rajin mencari nafkah tidak ingin merepotkan anak2nya. Jika dihitung sehari 10-15rb dapat apa ya?sekali makan saja sekarang sudah 7rb dengan lauk seadanya. Dengan uang segitu Ia masih bertahan bahkan tidak meminta2 ke anaknya sekalipun. Padahal penghasilan peminta2 cukup menggiurkan, menurut informasi dari berbagai blog dan broadcast mereka mampu meraup penghasilan 100rb – 300rb per hari sangat menggiurkan, bahkan karyawan dasar pun ada yang tidak mencapai nominal tersebut per hari. Dengan pendapatan sebesar itu mereka sering menyalahkan nasib mereka yang kurang beruntung. Namun saya melihatnya bukan nasib karena mereka sendiri tidak mau berusaha, bandingkan dengan Kakek Sumo. Lebih banyak karena persoalan mental jualah yang menyebabkan “nasib” dipersalahkan. Saya lebih salut kepada pemulung, pedagang asongan mereka lebih mulia dibanding peminta2…semoga mental peminta2 ini mulai berkurang menjadi mental mau berusaha…

 

Henri Kristiantoro

-learning by doing-